Bukan Asap Yang Menyapa

Dipublikasikan Pada : Rabu, 15 Oktober 2014, Dibaca : 1082 Kali  

Palembang 15/10--Penyelenggaraan pertemuan Penguatan Puskesmas yang

kapal

diselenggarakan di palembang menuai cerita seru, berpacu dengan waktu berkejaran dengan datangnya dan perginya kabut asap yang menyelimuti kota palembang.

Jauh sebelum hari keberangkatan, memang dikabarkan di sumatera selatan dan sekitarnya sedang mengalami kabut asap, malahan katanya banyak ribuan penumpang pesawat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang tidak bisa berangkat karena pekatnya kabut asap sehingga penerbangan ke beberapa tujuan ditunda.

Demikian juga dengan kami yang bertolak dari Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta pada Selasa 14/10 kemarin, mengalami penundaan penerbangan hingga 1 jam lebih lamanya. Meskipun tak mengagetkan karena telah mendengar kabar sebelumnya namun rasa was-was  datang terlambat untuk meliput jalannya acara pertemuan tetap saja menjadi bagian yang ‘mengharu biru’.

Semakin cemas lagi, dalam penantian penundaan jadwal terbang, mendengar obrolan penumpang di sebelah, katanya kabut asap juga membuat 7 penerbangan dari Palembang dan 6 penerbangan menuju Palembang dari berbagai tujuan tertunda. Tidak hanya itu, pesawat dari Kuala Lumpur menuju Palembang pun harus dialihkan ke Jakarta karena tidak bisa mendarat., wah, gawat.

Ternyata setelah melewati masa penundaan, akhir kami dapat juga terbang. Mendekati langit Palembang, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin memang terlihat pekatnya kabut asap yang menutupi landasan, tetapi begitu kaki menginjak di bumi sriwijaya, langsung kami dapat mencium aroma bau tanah bekas disiram hujan. Ternyata setengah jam sebelum kami mendarat, hujan telah datang mendahuluinya.

“Kabut  asap sedikit memberi jarak pandang yang agak jauh, berbeda dengan sebelum hujan datang”, kata sopir taxi yang membawa kami menuju ke Hotel.

Terima kasih Tuhan, kami datang ke Palembang disambut dengan hujan, bukan asap yang menantang yang membuat beberapa peserta pertemuan ada yang batal datang. Andai kami tak jadi datang,  tulisan-tulisan dalam pertemuan pun gagal tayang. Duhh....

@fey-