Konselor Aktif, Teman Sebaya Sehat

Dipublikasikan Pada : Senin, 09 November 2015, Dibaca : 877 Kali  

IMG_5718

Depok (4-6/11) – Masa remaja adalah masa yang sangat kompleks dengan problematikanya. Pada masa transisi dari anak-anak menuju dewasa ini, remaja mengalami berbagai macam permasalahan yang dapat muncul karena berbagai faktor. Salah satu permasalahan yang dialami remaja adalah permasalahan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan kesehatan remaja tersebut yaitu dengan memberdayakan remaja secara langsung melalui konselor sebaya. Direktorat Bina Kesehatan Anak baru-baru ini mengadakan Jambore Konselor Sebaya Berprestasi yang diikuti oleh Remaja Konselor Sebaya Berprestasi perwakilan dari 9 provinsi di Indonesia didampingi oleh Petugas PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) dari Puskesmas daerah masing-masing. Provinsi yang mengikuti Jambore ini diantaranya dari Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Acara yang diselenggarakan di Griya Alam Ciganjur tanggal 4 hingga 6 November 2015 ini merupakan salah satu wujud kepedulian pemerintah pada remaja. Dalam kegiatan Jambore ini para remaja konselor dibekali pengetahuan tentang masalah kesehatan remaja. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini dikemas dengan sangat menarik agar setiap materi yang disampaikan para fasilitator dapat dipahami dengan baik oleh para peserta. Materi yang disampaikan diantaranya adalah bagaimana cara membangun Personal Branding serta menjadi Konselor dan Petugas PKPR yang accessable sehingga para peserta ini nantinya mendapatkan kepercayaan bagi kliennya. “Sebagai Konselor, baik Konselor Sebaya maupun Petugas PKPR di Puskesmas terlebih dulu harus mampu membangun personal branding sebagai modal utama untuk menarik minat klien untuk melakukan konseling,” ujar Ni Made Jendri, SKM, M.Si di sela penyampaian materinya. “Konseling ibarat mengurai benang kusut seseorang, kita harus mampu dengan jeli, sabar dan aktif dalam memberikan konseling pada klien untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi, karenanya Konselor perlu menjadi accessable,” tambah Ni Made Jendri. Selain itu para peserta juga mendapat kesempatan untuk memaparkan pelaksanaan Konselor Sebaya di Provinsinya masing-masing. Dalam paparannya mereka menyampaikan pemasalahan yang umumnya dialami oleh klien mereka, bagaimana cara mereka menawarkan solusi serta menarik minat teman-teman sebayanya untuk berkonseling. Dukungan yang diberikan bagi Para Konselor Sebaya ini baik dari pihak Sekolah, Puskesmas bahkan Pemerintah Daerah juga sangat besar yang membuat mereka menjadi lebih termotivasi untuk menjalankan tugas mereka sebagai Konselor. Tidak hanya penyampaian materi saja, Jambore ini juga diwarnai dengan kegiatan Treasure Hunt serta Malam Budaya yang dilanjutkan dengan pengukuhan Konselor Sebaya Berprestasi Tingkat Nasional. “Diharapkan dengan adanya Jambore Konselor Sebaya Berprestasi ini, mereka dapat saling bertukar pengalaman dan saling menginspirasi serta menambah semangat mereka untuk terus berjuang membantu teman-teman sebayanya dalam menyelesaikan masalah, secara khusus masalah kesehatannya,” pungkas Childa Maisni, SKM, M.Kes, Kasubdit Bina Kualitas Hidup Anak Usia Sekolah dan Remaja sebagai pelaksana kegiatan tersebut. (humas)