Penerapan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA)

Dipublikasikan Pada : Kamis, 20 November 2014, Dibaca : 846 Kali   Yogyakarta (20/11) – Telah dilaksanakan pertemuan Konsolidasi dan Kompilasi Laporan Keuangan Dalam Rangka persiapan implementasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) pada tahun 2015 dan Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) pada tahun 2016, dipandang perlu dilakukan Sosialisasi Penerapan Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Aktual sehingga seluruh satuan kerja di lingkungan Ditjen Bina Gizi dan KIA bisa mengetahui bagaimana gambaran umum dari sistem tersebut dan pada akhirnya akan dapat menerapkan dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan ini dihadiri oleh 94 peserta dari pusat dan wakil dari Dinas Kesehatan di 34 Provinsi  dan berlangsung selama empat hari 17-20 November 2014 di Hotel Grand Aston Yogyakarta. Sosialisasi SAIBA Sosialisasi SAIBA Sekretaris Ditjen Bina Gizi dan KIA, dr Kuwat Sri Hudoyo, MS saat membuka acara mengatakan bahwa sesuai ketentuan pada tahun 2015 Pemerintah sudah harus beralih dari sistem akuntansi berbasis kas menjadi akrual, baik untuk Pemerintah Pusat maupun untuk Pemerintah Daerah, hal ini sesuai dengan amanat PP Nomor 71 Tahun 2010.  Perubahan basis akuntansi dari kas menjadi akrualmembawa dampak terhadap perubahan tahapan pencatatan dan jenis laporan keuangan yang dihasilkan. Selain itu penerapan sistem akuntansi berbasis akrual menyajikan tantangan baru, oleh karenanya agar proses penerapannya dapat berjalan dengan baik perlu usaha ekstra dari kita semua dalam melancarkan proses peralihan ini.   Selain itu sisa waktu pelaksanaan anggaran tahun 2014 semakin terbatas, sementara laporan realisasi keuangan sampai dengan bulan Oktober 2014 baru mencapai 48,36%, dengan realisasi tertinggi adalah BOK sebesar 55,36%, diikuti oleh Dekonsentrasi sebesar 40,60%, Kantor Pusat sebesar 34,97% dan Kantor Daerah sebesar 30,01%. Padahal anggaran Program Bina Gizi dan KIA secara keseluruhan yang harus kita realisasikan sebesar Rp. 1,926 triliun, yang dialokasikan untuk kegiatan Kantor Pusat sebesar Rp. 352,7 milyar, Kantor Daerah sebesar Rp. 33,6 milyar, Dekonsentrasi sebesar Rp. 368,4 milyar dan Tugas Pembantuan sebesar Rp. 1,1 triliun. Peserta dari 34 provinsi saat mempraktekan Aplikasi Saiba dipandu oleh narasumber Kemenkeu Peserta dari 34 provinsi saat mempraktekan Aplikasi Saiba dipandu oleh narasumber Kemenkeu Berdasarkan realisasi anggaran tersebut, maka seluruh satuan kerja perlu melakukan langkah-langkah percepatan penyerapan anggaran sehingga diakhir tahun dapat terealisasi secara maksimal. Penyerapan anggaran yang tinggi, diharapkan diikuti dengan meningkatnya cakupan Program Gizi dan KIA sehingga dapat terwujud masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Dari kegiatan ini diharapkan seluruh peserta dapat siap melaksanakan program implementasi akuntansi berbasis akrual yang akan dimulai tahun depan di satuan kerja masing-masing (humas).