Kemenkes Lakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Pesantren Gontor

Dipublikasikan Pada : Senin, 25 November 2019, Dibaca : 113 Kali  

Ponorogo - Kesehatan lingkungan merupakan hal penting untuk diperhatikan di pondok pesantren. Untuk memastikan itu, Kementerian Kesehatan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Pondok Pesantren Gontor selama dua hari.

 
''Kami sudah melakukan inspeksi kesehatan lingkungan di Pondok Pesantren Gontor Putri di Ngawi dan Pondok Pesantren Putra di Ponorogo. Kesimpulannya semua kader Kesehatan Lingkungan memahami dari sisi kesehatan lingkungan, sudah cukup memenuhi standar,'' kata Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO
 
Secara fisik bangunan Pesantren Gontor, menurutnya sudah cukup baik. Yang perlu dikuatkan adalah bagaimana perilaku komunitas di pondok pesantren.
 
''Jadi bukan hanya nanti selama di pesantren saja menjaga kesehatan linkungannya, tapi juga setelah keluar dari pesantren kehidupan kesehatan di masyarakat harus lebih tertata,'' tambahnya.
 
Inti dari kesehatan lingkungan ada 6, yakni air, tanah, udara, makanan, vektor seperti tidak ada tikus, dan sarana prasarana bangunan seperti keberadaan ventilasi yang memenuhi standar. Enam hal tersebut yang dilatihkan kepada para kader Kesehatan Lingkungan di Pesantren Gontor.
 
Selain itu, lanjut dr. Imran, Kemenkes juga memberikan pelatihan terkait food safety. Hal yang menjadi penilaian adalah mulai dari cara penyimpanan bahan makanan mentah dan matang, cara memasak, hingga tatacara penyajian yang dilakukan oleh juru masak.
 
''Jadi kita latihkan bagi kader pesantren supaya nanti mereka meneruskan pengetahuan ini ke kalangan santri lain, dan nanti kami lakukan pendampingan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten dan Provinsi,'' ucap dr. Imran.
 
dr. Imran mengatakan, Kemenkes mensosialisasikan bagaiman kesehatan lingkungan pesantren sudah sejak tahun lalu. Mulai dari sisi perilaku warga pesantren hingga fisik bangunan yang harus memenuhi standar seperti ada ventilasi, terkena cahaya matahari yang cukup, dan tidak ada jemuran di dalam kamar yang dapat menyebabkan berkumpulnya nyamuk.
 
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.(D2)