Pengelolaan Arsip Ditjen Bina Gizi dan KIA

Dipublikasikan Pada : Rabu, 26 November 2014, Dibaca : 854 Kali   Lombok, 21 – 23 November 2014-- Apakah pengelolaan arsip di Ditjen Bina Gizi dan KIA sudah sesuai dengan prosedur arsip dinamis? Dan apakah pengelola arsip merupakan sebuah pekerjaan yang bergengsi? foto bersama pada saat penutupan pertemuan SDM Bagi Pengelola Tata Usaha Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA foto bersama pada saat penutupan pertemuan SDM Bagi Pengelola Tata Usaha Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA Menurut Sesditjen Bina Gizi dan KIA arsip itu sangat mahal nilainya. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Pertemuan Pengembangan Kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Bagi Pengelola Tata Usaha Di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Gizi dan KIA dilaksanakan oleh Sekretariat Ditjen Bina Gizi dan KIA. Saat ini Ditjen Bina Gizi dan KIA belum memiliki pejabat fungsional arsiparis. Padahal peluang untuk naik pangkat pilihan dan mendapat tunjangan tinggi lebih besar pada jabatan fungsional tertentu seperti arsiparis ini dibandingkan dengan jabatan fungsional umum. Oleh karena itu Setditjen Bina Gizi dan KIA merasa perlu untuk melakukan Pengembangan SDM yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam hal tata naskah dinas dan kearsipan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tata naskah dinas di lingkungan Kementerian Kesehatan RI sudah diatur oleh Permenkes Nomor 1538 tahun 2011 yang berjudul Pedoman Tata Naskah Dinas Kementerian Kesehatan RI. Narasumber yang hadir dalam pertemuan ini, yaitu Kepala Bagian Kepegawaian dan Umum Setditjen Bina Gizi dan KIA, dan dua orang dari Arsip Nasional Republik Indonesia. Materi yang disampaikan adalah tentang Permenkes Nomor 1538 tahun 2011 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas Kementerian Kesehatan RI dan Kepastian Hukum Dalam Pengelolaan Arsip Dinamis. Foto bersama narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia Foto bersama narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia Banyak hal yang didapatkan dalam pertemuan ini, yaitu bagaimana prosedur penyusunan naskah dinas yang dimulai dari pembuatan konsep verbal, siapa saja yang menandatangani konsep verbal, sampai dengan huruf dan jenis kertas pun ikut diatur. Kemudian bagaimana tata cara pemusnahan arsip.  Arsip sendiri mempunyai masa simpan sebelum waktu pemusnahannya. Hal ini diatur dalam Undang-Undang tentang Arsip Nomor 43 tahun 2009. dalam sampai dengan pemusnahan arsip. Pemusnahan arsip dilakukan terhadap arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna, telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA) Arsip-arsip Ditjen Bina Gizi dan KIA saat ini terkumpul digudang milik Kementerian Kesehatan RI. Bisa dipastikan kondisinya sangat tidak terurus karena belum mengikuti prosedur penyimpanan arsip yang diatur oleh ketentuan yang berlaku. Narasumber dari ANRI menjelaskan tentang tata naskah dinas Narasumber dari ANRI menjelaskan tentang tata naskah dinas   Semoga di waktu yang akan datang Ditjen Bina Gizi dan KIA dapat mengolah dan mengatur semua arsipnya sesuai dengan pengelolaan arsip dinamis. (ida/foto:ita)