Mengubah Perilaku sehat dengan Penyediaan Jamban

Dipublikasikan Pada : Senin, 03 Desember 2018, Dibaca : 503 Kali  

Lombok - Dalam rangka percepatan universal akses capaian air dan sanitasi 100 % 2019, tantangan yang dihadapi Indonesia masih sangat besar khususnya bagi masyarakat miskin. Pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dengan lima pilar akan mempermudah untuk meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik serta mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat.

 

Pelaksanaan STBM memberikan dampak menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik. Peningkatan sanitasi yang berkualitas sebagai salah satu intervensi kegiatan sensitif diyakini memberikan dampak penurunan stunting.

 

Program padat karya tunai desa melalui intervensi kesehatan lingkungan dengan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dalam penanganan stunting sebagai bukti percepatan akses dan peningkatan kualitas sanitasi dalam hal ini penyediaan jamban yang memenuhi syarat serta ketersediaan tempat cuci tangan pakai sabun sebagai bukti dalam menjaga hygiene sanitasi masyarakat sangatlah penting dan diharapkan memiliki dampak dalam perlindungan masyarakat khususnya masyarakat miskin untuk tetap berperilaku hidup bersih dan sehat.

 

Dirjen Kesmas dr. Kirana Pritasari, MQIH bersama Kadinkes Prov NTB serta SAM Bidang Hukum Kesehatan melihat langsung pelaksanaan Bantuan Langsung masyarakat dalam Program Padat Karya yang ada di Kabupaten Lombok Barat, Utara dan Tengah 1-2 Desember.

 

Khusus Provinsi NTB memang juga dilakukan daerah pasca gempa dengan tujuan meningkatkan kualitas akses sarana sanitasi (jamban yang memenuhi syarat serta sarana cuci tangan pakai sabun) yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyrakat yang terampak bencana/ kondisi darurat dan tidak memiliki akses sanitasi yang layak karena rusak akibat bencana untuk mendukung perubahan perilaku masyarakat hidup bersih dan sehat. (bgs)