STBM : Upaya Indonesia Mewujudkan Sanitasi bagi masyarakat

Dipublikasikan Pada : Kamis, 13 Desember 2018, Dibaca : 470 Kali  

Katowice - Dirjen Kesmas dr. Kirana Pritasari, MQIH bersama delegasi dari kemenkes RI mengikuti COP24 Pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) PBB tentang perubahan iklim yang berlangsung di Kota Katowice, Polandia 2-14 Desember 2018.

 

COP24 yang merupakan nama informal dari 24th Conference of the Parties to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), merupakan forum tertinggi untuk membahas status dan pengendalian perubahan iklim global. Konferensi ini digelar setiap tahun. Untuk tahun ini, Polandia menjadi tuan rumah, atau yang disebut sebagai Presidency of the Climate Convention. 

 

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Kesmas mempresentasikan upaya Indonesia melalui intervensi perubahan perilaku untuk meningkatkan pengelolaan limbah padat di tingkat rumah tangga pada Indonesia pavilion. Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.

 

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang selanjutnya disebut sebagai STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Komunitas merupakan kelompok masyarakat yang berinteraksi secara sosial berdasarkan kesamaan kebutuhan dan nilai-nilai untuk meraih tujuan.

Open Defecation Free yang selanjutnya disebut sebagai ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir.

Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga yang selanjutnya disebut sebagai PAMRT adalah suatu proses pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan air minum dan air yang digunakan untuk produksi makanan dan keperluan oral lainnya seperti berkumur, sikat gigi, persiapan makanan/minuman bayi.

Sanitasi total adalah kondisi ketika suatu komunitas:

  • Tidak buang air besar (BAB) sembarangan.
  • Mencuci tangan pakai sabun.
  • Mengelola air minum dan makanan yang aman.
  • Mengelola sampah dengan benar.
  • Mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman.


Jamban sehat adalah fasilitas pembuangan tinja yang efektif untuk memutus mata rantai penularan penyakit.

Sanitasi dasar adalah sarana sanitasi rumah tangga yang meliputi sarana Luang air besar, sarana pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. (bgs)