Resistensi masyarakat dalam pelaksanan program kesehatan

Dipublikasikan Pada : Kamis, 31 Desember 2015, Dibaca : 1454 Kali  

Masyarakat dalam upaya kesehatan kerja maupun kesehatan lainnya pada dasarnya selalu bersedia melaksanakan setiap hal yang baru dibidang kesehatan terutama yang menyangkut kepentingan mereka sendiri, namun kenyataan dibeberapa tempat hal itu tidak terlaksana dengan baik . Beranjak dari hasil proses bimbingan teknik dan pelaksanan kesehatan di masyarakat dapat disampaikan beberapa hal yang menyebabkan penolakan dan atau pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan di masyarakat. Dengan menggunakan metoda simak tergambarkan bahwa masyarakat mengakui bahwa setiap program yang diberikan pada dasarnya semuanya adalah baik untuk kesehatan masyarakat, namun jika terjadi penolakan dari masyarakat setiap program adalah hal ini tidak hanya semata mata karena kemauan dan kesempatan masyarakat yang tidak ada akan tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan tersebut antara lain;

1. Tatanan program, program yang diberikan masih dengan isi materi yang sama tidak ada perubahan, program yang diberikan tidak berkelanjutan sesuai dengan yang di rasakan dijanjikan pada masyarakat, program yang di berikan tidak dalam bentuk tekhnologi tepat guna yang dibutuhkan langsung oleh masyarakat (lebih tataran konsep).

2. Tatanan pelaksanan kegiatan sebagian masih dalam bentuk pemberi harapan tanpa kepastian tindak lanjut, tidak ada dokumentasi lintas program atau sektor yang melaksanakan program yang sama di tempat yang sama sehingga terjadi duplikasi, dan sebagian besar kegiatan yang diberikan masih dalam bentuk pertemuan seremonial dan mengganggu kegiatan di masyarakat.

 

Gambar 1. Salah satu Test saraf ditempat kerja.

Gambar 1. Salah satu Test saraf ditempat kerja.

Berdasarkan hal tersebut dengan melakukan diskusi beberapa anggota masyarakat yang kebetulan hadir pada saat bimbingan teknis mendapatkan informasi bahwa yang di harapkan oleh masyarakat pada saat ada program kesehatan adalah selain dengan persiapan yang telah dilakukan seperti pembuatan perencanaan kegiatan, penentuan jadwal dan pembuatan surat resmi perlu juga dipertimbangkan beberapa hal yakni pertama apakah program tersebut baru, atau sudah ada sebelumnya jika ya dicari tahu sampai dimana kelanjutanya dan apa yang perlu di tambahkan, sedapat mungkin mengurangi pertemuan besar mengundang warga jika mungkin pertemuan di area tempat kerja atau spot yang dekat dengan masyarakat yang bermasalah kesehatan, tidak menggangu proses kegiatan masyarakat secara total,  program kegiatan lebih tekhnologi tepat guna yang dapat dirasakan oleh masyarakat jika memungkinkan dalam bentuk pilot project yang dapat menjadi contoh pada masyarakat lain.

Demikian hasil telaah ini semoga dapat bermanfaat untuk tahun 2016...(Syahrul)