“Tolong, Ingatkan Saya......"

Dipublikasikan Pada : Kamis, 31 Desember 2015, Dibaca : 945 Kali  

Seluruh peserta acara sosialisasi pengendalian gratifikasi, saling menepuk punggung, untuk menyampaikan pesan ... “Tolong, Ingatkan Saya....”

JAKARTA--Tim Itjen, Kementerian Kesehatan, yang dipimpin oleh Sekretaris Itjen, Drg.SR.Mustikawati, M.Kes, ketika menjadi nara sumber pada acara sosialisasi pengendalian gratifikasi di lingkungan pegawai Ditjen Bina Gizi dan KIA, sebelum memberikan paparannya, terlebih dahulu mengajak seluruh pegawai yang hadir pada acara itu untuk melakukan ‘gerakan “yel-yel”,  saling menepuk punggung satu sama lain sebagai pesan ... “Tolong ingatkan saya....”

Menepuk punggung teman dalam peragaan itu sebagai bahasa pesan moral untuk saling mengingatkan supaya tidak menerima pemberian berupa barang yang dianggap ‘gratifikasi’.

Gratifikasi, adalah pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik yang berhubungan dengan jabatan atau kewenangan (penjelasan Pasal 12 B Ayat(1) UU 31/1999 jo UU 20/2001), ujar Drg.Mustikawati, memberikan paparannya.

Slide2

Acara yang berlangsung di aula Siwabessy, gedung Kemenkes, Jakarta, pada hari rabu kemarin (30/12) itu, dihadiri seluruh pejabat dan staf di lingkungan Ditjen Bina Gizi dan KIA.

Lebih jauh Sekretaris Itjen Kemenkes itu mengungkapkan, Indonesia sejahtera dan makmur, kaya akan sumber daya alam dan potensi wisata, namun di beberapa daerah masih ada beberapa tempat yang masih terbelakang dalam hal sarana dan prasarana umum seperti jembatan, kemiskinan dengan beberapa indikator masyarakat yang dibantu dengan bantuan tunai dari pemerintah.

Akibat buruk dari korupsi adalah bukan hanya berdampak pada kehidupan, ujar drg.Mustika, namun berdampak domino terhadap kehidupan bangsa indonesa secara keseluruhan, seperti halnya merusak sendi demokrasi, merusak tatanan hukum. Pada tahun 2014, Indonesia berada pada ranking107.

“Klasifikasi Korupsi itu, yang merugikan keuangan Negara, suap, gratifikasi, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, curang dan konflik kepentingan” tegasnya

Dalam sosialisasi itu dilakukan juga cara atau mekanisme pelaporan Gratifikasi oleh si penerima dengan cara manual maupun dengan melaporkan langsung ke KPK atau melalui UPG.

Manfaat pelaporan Gratifikasi adalah untuk melepaskan ancaman hukuman terhadap Penerima. Pelaporan gratifikasi memutus konflik kepentingan, cerminan integritas individu. –(fey)-