Sosialisasi Buku KIA edisi Revisi tahun 2020

Dipublikasikan Pada : Jum'at, 19 Juni 2020, Dibaca : 1243 Kali  

Jakarta - Revisi buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi agenda revisi lima tahunan untuk mengikuti perkembangan ilmu dan kebijakan kesehatan yang terbaru. Sejarah keberadaan Buku KIA di Indonesia terjadi pada 1994 yang menjadi titik balik dimana sebelumnya pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak berupa kartu dan lembaran yang terpisah-pisah, dengan kemungkinan besar akan hilang dan tercecer. Bentuk pencatatan KIA yang mengintegrasikan kartu dan lembaran menjadi buku tersebut berfungsi sebagai home-based record untuk ibu hamil-bersalin-nifas sampai anak berusia 5 tahun.

 

Pada 2004 menjadi satu-satunya pencatatan KIA yang dituangkan dalam Kepmenkes nomor 284 tahun 2004, yang kemudian disepakati revisi Buku KIA diagendakan setiap 5 tahun sekali, dilakukan pada tahun 2009, 2015 dan tahun 2020 ini adalah revisi yang ketiga. Dan Kemenkes menyediakan Buku KIA yang bersumber APBN pusat sejumlah sasaran ibu hamil, sesuai usulan Dinkes Kab/Kota dan didistribusi langsung ke Dinkes Kab/Kota.

 

Data Sirkesnas 2016 menunjukkan 31% Dinkes Prov turut menyediakan, 45% Dinkes Kab/Kota juga menyediakan, dan dukungan dari organisasi profesi telah diberikan sejak 2009, namun hasil evaluasi berdasarkan Riskesdas tahun 2013, kurang dari 50% Ibu hamil yang membawa Buku KIA saat memeriksakan diri ke tenaga kesehatan (bidan, perawat, dokter umum, dokter spesialis). Selanjutnya data Riskesdas 2018 menunjukkan pencatatan hasil pelayanan pada Buku KIA juga belum optimal, hanya 10,5% Buku KIA yang terisi lengkap.

 

Distribusi Buku KIA juga dievaluasi melalui Riskesdas dengan responden masyarakat langsung, data Riskesdas 2013-2018 menunjukkan kepemilikan Buku KIA pada ibu hamil menurun dari 80.8% menjadi sebesar 75.2%, sementara pada balita meningkat dari 53.5% menjadi 65.9%.

 

Oleh karena itu pada Kamis (18/06/2020) diadakan acara sosialisasi Buku Kia Revisi Tahun 2020 yang dilakukan secara virtual melalui layanan webinar aplikasi zoom. Acara ini diikuti oleh 400 lebih peserta yang terdiri dari puskesmas, dinas kesehatan daerah, dan organisasi profesi seperti PP POGI, IDAI, PB IDI, PP IBI, DPP PPNI, DPP PERSAGI, PERSI, ARSADA,  PKFI dan lain sebagainya. Yang akan memberikan komitmennya untuk bersama-sama mendukung penggunaan Buku KIA pada prosedur pelayanan kesehatan Ibu dan Anak pada fasilitas kesehatan primer dan rujukan, baik pemerintah maupun swasta.

 

Dalam acara kali ini juga masing-masing perwakilan organisasi tersebut memberikan pernyataan komitmennya secara langsung dan nantinya akan diikuti dengan penandatanganan pada pernyataan komitmen tersebut. Buku KIA revisi tahun 2020 ini akan segera diedarkan dalam waku dekat ini, “hanya saja saat ini bukunya masih dalam proses pencetakan yang melalui proses lelang” ungkap dr. Ni Made Diah Permata Laksmi, MKM selaku Kepala Subdit Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah.

 

Dalam kesekmpatan ini Dirjen Kesmas menghimbau untuk mengutamakan pencegahan penularan COVID-19 dengan tetap mengupayakan pemenuhan pelayanan kesehatan esensial ibu dan anak. “Dalam hal ini Buku KIA memiliki peran penting membantu keluarga memantau kesehatannya di rumah dan mematuhi pelayanan kesehatan sesuai periodenya. Dengan Ibu membawa Buku KIA, tenaga kesehatan mencatatkan hasil pelayanan di dalamnya, memberikan KIE, maka layanan kesehatan esensial dapat dipenuhi.” (Erl)