Penggunaan Teknologi dalam Percepatan Penurungan AKI-AKB di Kabupaten Sidoarjo

Dipublikasikan Pada : Selasa, 17 Desember 2019, Dibaca : 526 Kali  

Sidoarjo - Kesehatan ibu dan anak menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Karena itu, Kemenkes berupaya menggenjot program penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting. Dirjen Kesmas dr. Kirana Pritasari, MQIH bersama Menkes Dr dr Terawan Agus Putranto SpRad(K) melakukan kunjungan kerja ke beberapa wilayah di Kota Sidorajo dan Gresik (13/12).

 

Lokasi yang dikunjungi mulai dari Puskesmas Driyorejo Gresik, RSUD Sidoarjo dan Puskesmas Taman Sidoarjo. Khusus di Kabupaten Sidoarjo Menkes mengapresiasi penggunaan teknologi melalui aplikasi SIMANIES (Sidoarjo Maternal Neonatal Emergency System). Sebuah aplikasi yang mampu mempercepat layanan untuk ibu melahirkan yang dmiliki RSUD Sidoarjo dan Si CANTIK (Sidoarjo Cegah Angka Kematian Ibu dan Anak) milik Dinkes Kab Sidoarjo.

 

Penggunaan aplikasi tersebut adalah para bidan, tim puskesmas, dan rumah sakit yang mempunyai jaringan dengan RSUD dapat mengirim rujukan untuk penanganan cepat. Bekerja sama dengan 10 puskesmas dan 10 rumah sakit swasta.

 

"Menurunkan kematian ibu dan bayi dari sisi tujuan nasional, tetapi istilahnya ini ngalap berkah, artinya setiap apa yang kita kerjakan ini pasti diridhoi dan diberkahi oleh Yang Maha Kuasa, karena yang kita lakukan ini berjuang dan menjaga kehidupan, saya bangga dan saya dukung," ungkap menkes.

 

Pada kesempatan yang sama, Dirjen kesmas mengapresiasi pelayanan kesehatan ibu dan anak serta stunting yang dilakukan oleh Puskesmas Taman, diharapakan dengan adanya kolaborasi yang baik anatara Dinkes, RSUD, IBI, IDI dan komponen lainnya dapat menekan angka kematian ibu dan anak serta stunting di Sidoarjo. (bgs)