Pencegahan Stunting Melalui Intervensi Kesehatan Lingkungan di Provinsi NTB

Dipublikasikan Pada : Senin, 09 Desember 2019, Dibaca : 806 Kali  

Lobar - Permasalahan utama dalam  menurunkan stunting di Indonesia yang harus diatasi yaitu akses sanitasi dan kemiskinan. Untuk itu dalam rangka pengentasan kemiskinan yang menjadi salah satu kendala pencapaian akses universal bagi pemerintah Kabupaten/Kota maka diperlukan intervensi pemerintah melalui  Program Padat Karya Tunai di Desa (PKTD). PKTD sektor kesehatan merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/miskin untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan pembangunan sarana sanitasi dan cuci tangan pakai sabun. Pemberdayaan bersifat produktif berdasarkan pemanfaatan sumber daya alam, tenaga kerja dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan risiko lingkungan dan perilaku tidak sehat dalam rangka menurunkan angka stunting.

 

Kegiatan PKTD kesehatan bidang kesehatan lingkungan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat baik dalam peningkatan kualitas lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah mengharapkan agar kegiatan ini dapat berlanjut di lokasi desa-desa lain yang belum tersentuh untuk memicu peningkatan status kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat menuju keluarga yang sejahtera dan utamanya adalah percepatan desa 100% ODF.

 

Untuk itu Menteri Kesehatan melakukan kunjungan ke Dusun Tongkek, Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (5/12) bersama Dirjen Kesmas. Dusun tersebut dikenal dengan sebutan kampung stunting karena masuk dalam daftar merah daerah dengan kasus anak kurang gizi. Menkes  meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang dibangun di kampung itu sebagai upaya menurunkan angka stunting.

 

Selain melihat fasilitas kamar mandi serta cuci tangan umum yang disediakan pemerintah desa setempat., juga melihat layanan posyandu yang digelar warga di sebuah rumah sederhana di sana. Menkes juga menyempatkan bercengkerama dengan warga hingga menyuapkan makanan ke salah satu anak. Acara tersebut diakhiri dengan pemberian bantuan langsung oleh Terawan kepada warga.

 

Sementara itu Kepala Desa Kuripan Hasbi berharap kunjungan Menkes itu bisa membuka mata pemerintah bahwa masih banyak masyarakat di desanya yang membutuhkan bantuan kesehatan untuk memberantas stunting. Menurutnya di tahun 2019 ini saja ada 281 kasus stunting di wilayahnya.

 

Kemudian Menkes turut menyerahkan secara langsung serah terima aset intervensi kesehatan lingkungan melalui program PKTD kepada kepala keluarga se Provinsi Nusa Tenggara Barat.(hs)